ANALISIS PENGGARAN MODAL


INTRO
Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi. Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yang memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yang akan datang. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap. Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses menyeluruh menganalisa proyek-proyek dan menentukan mana saja yang dimasukkan ke dalam anggaran modal.

PENTINGNYA PENGANGGARAN MODAL
  1. Keputusan penganggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
  2. Penganggaran modal yang efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
  3. Pengeluaran modal sangatlah penting

TAHAP-TAHAP PENGANGGARAN MODAL
Biaya proyek harus ditentukan, Manajemen harus memperkirakan aliran kas yang diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir aktiva, Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran kas), Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukan biaya modal (cost of capital) yang tepat untuk men-diskon aliran kas proyek, Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva, Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya.

Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru.

Dalam prinsip akuntansi yang lazim, biaya bunga modal sendiri tidak boleh diperhitungkan sebagai biaya. Dalam pengambilan keputusan investasi, biaya modal sendiri justru harus diperhitungkan. Analisis biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penerimaan kas dalam investasi memiliki nilai waktu uang. Satu rupiah yang diterima sekarang lebih berharga dibandingkan dengan satu rupiah yang diterima di masa yang akan datang. Oleh karena itu, meskipun untuk perhitungan laba perusahaan, biaya diperhitungkan berdasarkan asas aktual, namun dalam perhitungan pemilihan investasi yang memperhitungkan nilai waktu uang, biaya yang diperhitungkan adalah biaya tunai.

CAPITAL BUDGETING
Capital Budgeting adalah merupakan proses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang yang konsisten terhadap maksimalisasi tujuan perusahaan. Definisi Capital BudgetingCapital Budgeting is the Process of evaluating and selecting long-term invesments consistents with the firm’s goal of owner wealth maximization”. Investasi juga berarti pengeluaran pada saat ini dan hasil yang diharapkan dari pengeluaran tersebut baru akan diterima lebih dari satu tahun mendatang. Definisi Capital Budgeting adalah sebagai berikut: “Capital Budgeting involves the entire process of planning whose returns are expected to extend beyond one year”.

Sebagai konsekuensinya, perusahaan membutuhkan prosedur tertentu untuk menganalisa dan menyeleksi beberapa alternatif investasi yang ada. Keputusan mengenai investasi tersebut sulit dilakukan karena memerlukan penilaian mengenai situasi dimasa yang akan datang, sehingga dibutuhkan asumsi-asumsi yang mendasari estimasi terhadap situasi yang paling mendekati yang mungkin terjadi, baik situasi internal maupun eksternal perusahaan. Investasi tersebut harus dihitung sesuai dengan cash flow perusahaan dan harus merupakan keputusan yang paling tepat untuk menghindari resiko kerugian atas investasi tersebut. “As time passes, fixed assets may become obselete or may require an overhaul; at these points, too, financial decisions may be required”. Perusahaan biasanya membuat berbagai alternatif atau variasi untuk berinvestasi dalam jangka panjang, yakni berupa penambahan aset tetap seperti tanah, mesin dan peralatan. Aset tersebut merupakan aset yang berpotensi, yang merupakan sumber pendapatan yang potensial dan mencerminkan nilai dari sebuah perusahaan.Capital budgeting dan keputusan keuangan diperlakukan secara terpisah. Bila investasi yang diajukan telah ditentukan untuk diterima, manager keuangan kemudian memilih metoda pembiayaan yang paling baik.

KONSEP PENTING
Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yang memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yang akan datang.
Capital Budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap.
Penganggaran Modal (Capital Budgeting) adalah proses menyeluruh menganalisa proyek-proyek dan menentukan mana saja yang dimasukkan ke dalam anggaran modal.
Proses mengumpulkan, mengevaluasi, menyeleksi, dan menentukan alternatif penanaman modal yang akan memberikan penghasilan bagi perusahaan untuk jangka waktu lebih dari 1 tahun.

PENTINGNYA PENGANGGARAN MODAL
Keputusan penganggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitas-nya, Penganggaran modal yang efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva, Pengeluaran modal sangatlah penting.

MOTIF CAPITAL BUDGETING
  1. Pengembangan produk baru atau pembelian aktiva baru
  2. Pengurangan biaya dengan mengganti aktiva yang tidak efisien
  3. Modernisasi atas aktiva tetap

JENIS-JENIS KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL
  1. Penambahan dan perluasan fasilitas
  2. Produk baru
  3. Inovasi dan perluasan produk
  4. Penggantian (replacements) (a) penggantian pabrik a1/11/2005tau peralatan usang (b) penggantian pabrik atau peralatan lama dengan pabrik atau peralatan yang lebih
  5. Menyewa/membuat atau membeli
  6. Penyesuaian fasilitas dan peralatan dengan peraturan pemerintah, lingkungan, dan keamanan
  7. Lain-lain keputusan seperti kampanye iklan, program pelatihan dan proyek-proyek yang memerlukan analisis arus kas keluar dan arus kas masuk.

KONSEP DASAR PROSES PENGANGGARAN MODAL
  • Penganggaran modal pada dasarnya adalah aplikasi prinsip yang mengatakan bahwa perusahaan harus menghasilkan keluaran atau menyelenggarakan kegiatan bisnis sedemikian rupa sehingga hasil imbuh (marginal revenue) produk sama dengan biaya imbuhnya (marginal cost).
  • Prinsip ini dalam kerangka penganggaran modal berarti bahwa perusahaan harus melakukan tambahan investasi sedemikian rupa sehingga perolehan imbuh (marginal returns) investasi itu sama dengan biaya imbuhnya. Daftar berbagai proyek investasi dari hasil yang tertinggi hingga yang terendah mencerminkan kebutuhan perusahaan akan modal untuk investasi.
  • Biaya imbuh dari berbagai daftar investasi itu memberi petunjuk tentang upaya perusahaan untuk memperoleh tambahan modal guna membiayai investasi. Biaya imbuh modal berarti sejumlah biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh dana dari luar (misalnya meminjam atau menjual saham dan biaya tumbal/opportunity cost dari dana sendiri yang dapat diperoleh
PROSES CAPITAL BUDGETING
  1. Pembuatan Proposal. Proposal penganggaran barang modal dibuat di semua tingkat dalam sebuah organisasi bisnis. Untuk menstimulasi aliran berbagai ide, banyak perusahaan menawarkan penghargaan berupa uang tunai untuk beberapa proposal yang diadopsi.
  2. Kajian dan Analisa. Proposal penganggaran barang modal secara formal di-review dalam rangka (a) mencapai tujuan dan rencana utama perusahaan dan yang paling penting (b) untuk mengevaluasi kemampuan ekonominya. Biaya yang diajukan dan benefit yang diestimasikan dikonversikan menjadi sebuah cash flow yang sesuai. Bermacam-macam teknik capital budgeting dapat diaplikasikan untuk cash flow tersebut untuk menghitung tingkat keuntungan dari investasi. Berbagai macam aspek resiko diasosiasikan dengan proposal yang akan dievaluasi. Setelah analisis ekonomi telah dibuat lengkap, diiringi dengan data tambahan dan rekomendasi yang ditujukan untuk para pengambil keputusan.
  3. Pengambilan Keputusan. Besarnya sejumlah dana yang dikeluarkan dan pentingnya penganggaran barang modal menggambarkan tingkat organisasi tertentu yang membuat keputusan penganggaran. Perusahaan biasanya mendelegasikan kewenangan penganggaran barang modal sesuai dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Secara umum jajaran direksi memberikan keputusan akhir untuk sejumlah tertentu penganggaran barang modal yang dikeluarkan.
  4. Implementasi. Ketika sebuah proposal telah disetujui dan dananya telah siap, tahap implementasi segera dimulai. Untuk pengeluaran yang kecil, penganggaran dibuat dan pembayaran langsung dilaksanakan. Namun untuk penganggaran dalam jumlah besar, dibutuhkan pengawasan yang ketat.
  5. Follow UpSetelah diimplementasikan maka perlu dilakukan monitoring selama tahap kegiatan operasi berjalan dari proyek tersebut. Perbandingan dari biaya yang ada dan keuntungan yang diekspektasikan dari berbagai proyek sebelumnya adalah sangat vital. Ketika biaya yang dikeluarkan melebihi anggaran biaya yang ditetapkan, harus segera dilakukan tindakan untuk menghentikannya, apakah dengan meningkatkan benefit atau mungkin menghentikan proyek tersebut. 

JENIS-JENIS INVESTASI
Investasi dapat dilaksanakan oleh perusahaan tergantung motif dasar perusahaan yakni semakin tinggi tingkat hasil pengembalian atas investasi tersebut. Investasi tersebut terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Definisi investasi sebagai berikut: “The commitment of funds to one of more assets that will be held over some future time period”. Definisi tersebut mengartikan bahwa investasi adalah komitmen sejumlah dana untuk menjadi satu atau lebih aset yang akan dilaksanakan dalam suatu periode tertentu di masa yang akan datang. Selanjutnya Jones menggolongkan jenis investasi sebagai berikut:
  1. Financial Assets. Pieces of paper evidencing a claim on some issuer
  2. Real Assets. Physical assets, such as gold or real estate
  3. Marketable Securities. Financial assets that are easily and cheaply traded in organized markets.
  4. Rasionalisasi Modal
Persoalan rasionalisasi modal (capital rationing) akan muncul apabila terdapat batasan dana yang tersedia dan dihadapkan pada suatu portfolio dari investasi. Oleh karena itu kita perlu memilih beberapa alternatif investasi yang dapat dicapai dari anggaran yang tersedia dengan tingkat keuntungan yang cukup tinggi. Untuk itu perlu diperhatikan dua sifat umum dari berbagai investasi tersebut, diantaranya dikemukakan adalah:
  1. Independent projects yakni proyek yang cash flow-nya tidak berhubungan atau tidak tergantung diantara satu proyek dengan proyek lainnya. Penerimaan atas salah satu proyek dengan alasan tertentu tidak akan mengeliminasi proyek lainnya. Apabila sebuah perusahaan memiliki banyak anggaran dana yang tersedia untuk diinvestasikan, kriteria penerimaan atas proyek akan lebih mudah. Semua pilihan investasi yang menghasilkan keuntungan yang paling besar akan langsung dapat diterima.
  2. Mutually exclusive project adalah proyek yang memiliki fungsi yang sama dan bersaing satu sama lainnya. Penerimaan suatu proyek akan mengeliminir proyek lainnya yang setara.
  3. Cash Flow dan Metode Investasi

KRITERIA PENILAIAN INVESTASI
Dalam pemilihan usulan investasi, manajemen memerlukan informasi akuntansi sebagai salah satu dasar penting untuk menentukan pilihan investasi. Informasi akuntansi dimasukkan dalam suatu model pengambilan keputusan yang berupa kriteria penilaian investasi untuk memungkinkan manajemen memilih investasi terbaik di antara alternatif investasi yang tersedia.
Dalam menaksir aliran kas, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan :

  1. Aliran kas versus keuntungan akuntansi.
  2. Incremental cash flow : sunk cost, opportunity cost, dan kanibalisasi pasar
  3. Fokus pada aliran kas karena keputusan investasi, bukan karena keputusan pendanaan

ALIRAN KAS VERSUS KEUNTUNGAN AKUNTANSI
Keuntungan akuntansi yang dimaksudkan di sini adalah laporan pembukuan laba bersih dari hasil operasi/non operasi setelah dikurangi pengeluaran pajak. Penilaian usulan investasi didasarkan pada aliran kas dan bukan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku semata. Aliran kas untuk tujuan penganggaran modal didefinisikan sebagai arus kas sesudah pajak atas semua modal perusahaan.
Penjualan diasumsikan berupa kas. Berapa aliran kas tahunan yang dihasilkan investasi tersebut? Kolom sebelah kanan menunjukan item-item kas di laporan laba rugi. Dengan hanya memasukkan item-item kas, aliran kas masuk adalah Rp. 68.000,- per tahun. Kaitan antara laba setelah pajak, depresiasi, dan aliran kas bisa dituliskan sebagai berikut ini :

ALIRAN KAS = LABA SETELAH PAJAK + DEPRESIASI


INCREMENTAL CASH FLOW

Aliran kas yang akan kita perhitungkan adalah aliran kas yang muncul karena keputusan menjalankan investasi yang sedang di pertimbangkan. Aliran kas yang tidak relevan tidak akan masukan dalam analisis. Aliran kas yang relevan tersebut sering diberi nama sebagai incremental cash flow. Contoh aliran kas yang tidak relevan adalah sunk cost. Sunk cost adalah biaya yang sudah tertanam, dan sudah hilang. Contoh sunk cost adalah biaya fesibility study (studi kelayakan), biaya riset pemasaran.
Incremental cash flow adalah arus kas yang langsung berhubungan dengan investasinya. Incremental Cash Flow dibagi menjadi dua : cash inflow / pendapatan (cif) dan cash outflow / pengeluaran (cof). Conventional cash flow adalah arus kas yang tidak langsung berhubungan dengan investasinya.
Biaya kesempatan (opportunity cost) adalah item lain yang perlu di perhatikan. Sebagai contoh, jika suatu usulan investasi dilakukan, investasi tersebut akan menggunakan gudang. Gudang tersebut sebenarnya tidak bisa disewakan, dengan demikian biaya sewa yang hilang tersebut harus dimasukkan sebagai elemen biaya.

FOKUS PADA KEPUTUSAN INVESTASI
Dalam analisa investasi, fokus kita adalah aliran kas yang dihasilkan melalui keputusan investasi. Aliran kas yang dihasilkan dari keputusan pendanaan harus dihilangkan atau dikeluarkan dari analisis. Alasan lainnya adalah, keputusan pendanaan masuk ke dalam perhitungan tingkat discount rate yang dipakai. Jika biaya bunga juga dimasukkan ke dalam perhitungan aliran kas (sebagai pengurang aliran kas masuk), maka proses double counting, atau perhitungan ganda. Kas masuk dikurangi biaya bunga, sementara kas masuk didoskontokan dengan WACC (weighted average cost of capital) yang memasukkan keputusan keputusan pendanaan. Dengan kata lain, efek keputusan pendanaan hanya akan terlihat di tingkat diskonto, bukan pada perhitungan aliran kasnya. 



Aliran kas = Laba Bersih + Depresiasi +{(1 - Tingkat Pajak) x Bunga}


JENIS-JENIS ALIRAN KAS BERDASARKAN DIMENSI WAKTU
Berdasarkan dimensi waktu, aliran kas bisa digolongkan ke dalam tiga jenis:
  1. Kas Awal (Initial Cash Flow). Aliran kas awal terjadi pada awal kegiatan investasi. Biasanya diasumsikan terjadi sebelum investasi di lakukan dan aliran kas tersebut merupakan aliran kas keluar. Tanpa modal kerja, kegiatan investasi tidak akan berjalan. Investasi menyediakan pabriknya (aktiva tetap), sementara modal kerja (piutang, persediaan) dibutuhkan agar pabrik bisa berjalan.
  2. Aliran Kas Operasional (Operational Cash Flow). Jika aktiva tetap sudah berdiri,investasi mulai menghasilkan aliran kas masuk (misal penjualan). Aliran kas operasional biasanya merupakan aliran kas masuk, yang diperoleh setelah perusahaan beroperasi. Biaya yang dikeluarkan misal biaya promosi dan biaya operasional lainnya, jumlah lebih kecil di banding kas masuk.
  3. Aliran Kas Terminal (Terminal Cash Flow). Aliran kas terminal terjadi pada akhir proyek investasi. Terdapat dua item yang akan terjadi pada akhir proyek antara lain Penjualan nilai residu aktiva tetap, Modal kerja kembali.

ILUSTRASI PERHITUNGAN ALIRAN KAS SUATU USULAN INVESTASI
  • Suatu produk akan diluncurkan dengan jangka waktu 5 tahun.
  • Biaya investasi sebesar Rp100.000.
  • Depresiasi  dengan garis lurus selama 5 tahun per tahunnya adalah Rp. 16.000,-
  • Pada akhir proyek, aset tersebut diperkirakan bisa dijual dengan harga Rp. 30.000,-
  • Jika dilaksanakan, proyek tersebut akan memakai fasilitas gudang yang sedianya bisa dijual dengan harga Rp. 150.000,- . Nilai buku saat ini Rp. 140.000,-
  • Pada akhir proyek, gudang tersebut bisa dijual dengan harga Rp. 150.000,- . Nilai buku saat itu diperkirakan Rp. 130.000,-
  • Investasi untuk modal kerja adalah Rp10.000, Rp15.000, dan Rp15.000 pada tahun ke 0,1, dan 2.
  • Sebelum proyek tersebut diluncurkan perusahaan melakukan tes pasar dan menghabiskan biaya Rp20.000.
  • Produk baru tersebut akan memakan pangsa pasar produk lama
  • Kerugian yang dialami karena kanibalisasi tersebut diperkirakan Rp5.000 pertahun, selama 5 tahun.
  • Penjualan diperkirakan Rp300.000 /tahun.
  • Biaya operasional diperkirakan Rp50.000 per-tahun.
  • Penjualan & biaya operasional diasumsikan berupa kas.
  • Pajak adalah 40%. Untuk proyek tersebut, perusahaan meminjam sebesar Rp50.000 dengan tingkat bunga 20% per-tahun.
  • Biaya modal rata-rata tertimbang (discount rate) adalah 20%



KRITERIA PENILAIAN INVESTASI
Dalam pemilihan usulan investasi, manajemen memerlukan informasi akuntansi sebagai salah satu dasar penting untuk menentukan pilihan investasi. Informasi akuntansi dimasukkan dalam suatu model pengambilan keputusan yang berupa kriteria penilaian investasi untuk memungkinkan manajemen memilih investasi terbaik di antara alternatif investasi yang tersedia. Ada beberapa metode untuk menilai perlu tidaknya suatu investasi atau untuk memilih berbagai macam alternatif investasi.
PAYBACK METHOD. Dalam metode ini faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi. Oleh karena itu, dengan metode ini setiap usulan investasi dinilai berdasarkan apakah dalam jangka waktu tertentu yang diinginkan oleh manajemen , jumlah kas masuk atau penghematan tunai yang diperoleh dari investasi dapat menutup investasi yang direncanakan.
Kelemahan Pay Back Method

  1. Metode ini tidak memeperhitungkan nilai waktu uang.
  2. Metode ini tidak memperlihatkan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali.
Kelebihan Pay Back Method :
  1. Untuk investasi yang besar resikonya dan sulit diperkirakan, maka metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi.
  2. Metode ini dapat digunakan untuk menilai dua investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya paling cepat.
  3. Metode ini merupakan alat yang paling sederhana untuk penilaian usulan investasi.

AVARAGE RETURN ON INVESTMENT. Metode ini sering disebut Financial statement method, karena dalam perhitungannya digunakan angka laba akuntansi. Kriteria pemilihan investasi dengan metode ini adalah: Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya dapat memenuhi batasan yang telah ditetapkan oleh manajemen.


Kelemahan metode rata-rata kembalian investasi :
  1. Belum memperhitungkan nilai waktu uang.
  2. Menitik beratkan maslah akuntansi, sehingga kurang memperhatikan data aliran kas dari investasi
  3. Merupakan pendekatan jangka pendek.

PRESENT VALUE METHOD. Teknik net present value (NPV) merupakan teknik yang didasarkan pada arus kas yang didiskontokan. Ini merupakan ukuran dari laba dalam bentuk rupiah yang diperoleh dari suatu investasi dalam bentuk nilai sekarang. NPV dari suatu proyek ditentukan dengan menhitung nilai sekarang dari arus kas yang diperoleh dari operasi dengan menggunakan tingkat keuntungan yang dikehendaki dan kemudian menguranginya dengan pengeluaran kas neto awal.


Jikalau NPV dari suatu proyek positif, hal ini berarti bahwa proyek tersebut diharapkan akan menaikkan nilai perusahaan sebesar jumlah positif dari NPV yang dihitung dari investasi tersebut dan juga bahwa investasi tersebut diharapkan akan menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada tingkat keuntungan yang dikehendaki.

DISCOUNTED CASH FLOWS METHOD (IRR). Pada dasarnya metode ini sama dengan metode present value, perbedaannya adalah dalam present value tarif kembalian sudah ditentukan lebih dahulu, sedangkan dalam discounted cash flow justru tarif kembalian yang dihitung sebagai dasar untuk menerima atau menolak suatu usulan investasi. Penentuan tarif kembalian dilakukan dengan metode trial and error, dengan cara sebagai berikut : 
  1. Mencari nilai tunai aliran kas masuk bersih pada tarif kembalian yang dipilih secara sembarang di atas atau dibawah tarif kembalian investasi yang diharapkan.
  2. Mengiterpolasikan kedua tarif kembalian tersebut untuk mendapatkan tarif kembalian sesungguhnya.

MODIFIED INTERNAL RATE OF RETURN (MIRR). MIRR adalah suatu tingkat diskonto yang menyebabkan persent value biaya sama dengan present value nilai terminal,dimana nilai terminal adalah future value dari kas masuk yang digandakan dengan biaya modal.

PROFABILITY INDEX (PI). PI adalah nilai tunai semua kas masuk yang diterima sesudah investasi awal dibagi dengan investasi awal. Bila ada beberapa alternatif proyek, manajemen sebaiknya memilih proyek yang memiliki PI lebih besar dari satu dan yang paling tinggi. 

Penilaian Investasi dengan Umur (Usia) Ekonomis Berbeda
Untuk memilih usulan investasi yang memiliki umur ekonomis berbeda dapat dilakukan dengan dua pendekatan: Chain method atau Replacement method dan Equivalent annual cost.
Langkah-langkah chain method : 

  1. Mencari angka kelipatan persekutuan terkecil yang dapat dibagi oleh kedua umur usulan investasi.
  2. Menghitung present value biaya dari masing-masing usulan investasi
Langkah-langkah Equivalent Annual Cost :
  1. Menghitung present value dari biaya usulan investasi dengan discount rate tertentu
  2. Mencari annuity factor dari discounted rate yang digunakan untuk menghitung present value investasi yang bersangkutan.
  3. Membagi present value masing-masing usulan investasi (poin 1) dengan (poin 2).




DAFTAR PUSTAKA
  • Hanafi, Mamduh. 2014Manajemen Keuangan Edisi 1BPFE-YOGYAKARTA: Yogyakarta
  • Fajri, Julrahmatiyal. 2014. Anggaran Modal) https://julrahmatiyalfajri.wordpress.com/2014/12/22/anggaran-modal-capital-budgeting/ diakses pada tanggal 21 Oktober 2017)
  • Emerayanti, Dwi. Kuliah Akuntansi. 2011. Analis Keputusan Akuntansi. (https://dwiermayanti.wordpress.com/2011/12/09/383/ diakses pada tanggal 21 Oktober 2017)

Komentar