RETURN DAN RISIKO : PENDAHULUAN
INTRO
Ada dua aspek yang perlu dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan keuangan, yaitu tingkat pengembalian (return) dan risiko (risk) keputusan keuangan tersebut. Tingkat pengembalian adalah imbalan yang diharapkan diperoleh di masa mendatang, sedangkan risiko diartikan sebagai ketidakpastian dari imbalan yang diharapkan. Risiko adalah kemungkinan terjadinya penyimpangan dari rata-rata dari tingkat pengembalian yang diharapkan yang dapat diukur dari standar deviasi dengan menggunakan statistika.
Suatu keputusan keuangan yang lebih berisiko tentu diharapkan memberikan imbalan yang lebih besar, yang dalam keuangan dikenal dengan istilah “High Risk High Return”. Ada trade off antara risk dan return, sehingga dalam pemilihan berbagai alternatif keputusan keuangan yang mempunyai risiko dan tingkat pengembalian yang berbeda-beda, pengambilan keputusan keuangan perlu memperhitungkan risiko relatif keputusannya. Untuk mengukur risiko relatif digunakan koefisien variasi, yang menggambarkan risiko per unit imbalan yang diharapkan yang ditunjukkan oleh besarnya standar deviasi dibagi tingkat pengembalian yang diharapkan.
Jika manajemen perusahaan dapat memanfaatkan dana yang berasal dari hutang untuk memperoleh laba operasi yang lebih besar dari beban bunga, maka penggunaan hutang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan akan meningkatkan return bagi pemegang saham. Sebaliknya, jika manajemen tidak dapat memanfaatkan dana secara baik, perusahaan mengalami kerugian.
RISIKO DAN RETURN : PERHITUNGAN DASAR
Formula yang lebih umum untuk menghitung return adalah sebagai berikut ini :
Note : Periode tersebut bisa harian, bulanan, atau tahunan.
PERHITUNGAN TINGKAT KEUNTUNGAN (RETURN) YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO
Dimana :
E(Ri)= Tingkat keuntungan dari investasi yang diharapkan
n = Banyaknya peristiwa yang mungkin terjadi
Rij= Tingkat keuntungan yang telah diperoleh
MENGHITUNG RESIKO INVESTASI (VARIAN DAN STANDART DEVIASI)
Suatu keputusan keuangan yang lebih berisiko tentu diharapkan memberikan imbalan yang lebih besar, yang dalam keuangan dikenal dengan istilah “High Risk High Return”. Ada trade off antara risk dan return, sehingga dalam pemilihan berbagai alternatif keputusan keuangan yang mempunyai risiko dan tingkat pengembalian yang berbeda-beda, pengambilan keputusan keuangan perlu memperhitungkan risiko relatif keputusannya. Untuk mengukur risiko relatif digunakan koefisien variasi, yang menggambarkan risiko per unit imbalan yang diharapkan yang ditunjukkan oleh besarnya standar deviasi dibagi tingkat pengembalian yang diharapkan.
Jika manajemen perusahaan dapat memanfaatkan dana yang berasal dari hutang untuk memperoleh laba operasi yang lebih besar dari beban bunga, maka penggunaan hutang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan akan meningkatkan return bagi pemegang saham. Sebaliknya, jika manajemen tidak dapat memanfaatkan dana secara baik, perusahaan mengalami kerugian.
RISIKO DAN RETURN : PERHITUNGAN DASAR
Formula yang lebih umum untuk menghitung return adalah sebagai berikut ini :
PERHITUNGAN TINGKAT KEUNTUNGAN (RETURN) YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO
Dimana :
E(Ri)= Tingkat keuntungan dari investasi yang diharapkan
n = Banyaknya peristiwa yang mungkin terjadi
Rij= Tingkat keuntungan yang telah diperoleh
MENGHITUNG RESIKO INVESTASI (VARIAN DAN STANDART DEVIASI)
MENGHITUNG TINGKAT KEUNTUNGAN YANG DIHARAPKAN DARI PORTOFOLIO
Dimana :
E(Rp) = Tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio
Xi = Proporsi dana yang diinvestasikan pada saham i
E(R i)= Tingkat keuntungan yang diharapkan dari saham i
MENGHITUNG RISIKO PORTOFOLIO
σp² = XA².σA² + XB².σB² + XC².σC² + 2(XA.XB.ρAB.σAσB) + 2(XA.XC.ρAC.σAσC) 2(XB.XC.ρBC.σBσC)
Dimana :
σp² = Resiko portofolio
XA = Proporsi dana yang diinvestasikan pada saham A
XB = Proporsi dana yang diinvestasikan pada saham B
Xc = Proporsi dana yang diinvestasikan pada saham C
σA² = Resiko investasi dari saham A
σB² = Resiko investasi dari saham B
σC² = Resiko investasi dari saham C
ρAB = Koefisien korelasi antar tingkat keuntungan A dan B
ρAC = Koefisien korelasi antar tingkat keuntungan A dan C
ρBC = Koefisien korelasi antar tingkat keuntungan B dan C
MENGHITUNG KOEFISIEN KORELASI
Dimana :
ρij = Koefisien korelasi antara saham i dan j
X = Tingkat keuntungan investasi pada saham 1
Y = Tingkat keuntungan investasi pada saham 2
n = Jumlah periode investasi
PORTOFOLIO
Portofolio adalah istilah keuangan yang menunjukkan koleksi investasi yang dimiliki oleh perusahaan investasi, hedge fund, lembaga keuangan atau individu. Portofolio merupakan kombinasi atau gabungan atau sekumpulan aset, baik berupa aset riil maupun aset financial yang dimiliki oleh investor.
INVESTASI
Investasi merupakan penanaman sejumlah dana dalam bentuk uang ataupun barang yang diharapkan akan memberikan hasil yang lebih dikemudian hari.
MANAJEMEN INVESTASI
Manajemen investasi adalah manajemen profesional yang mengelola beragam sekuritas atau surat berharga seperti saham, obligasi dan aset lainnya seperti properti dengan tujuan untuk mencapai target investasi yang menguntungkan bagi investor.
Investor tersebut dapat berupa institusi ( perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan dll) ataupun dapat juga merupakan investor perorangan, dimana sarana yang digunakan biasanya berupa kontrak investasi atau yang umumnya digunakan adalah berupa kontrak investasi kolektif (KIK) seperti reksadana.
Lingkup jasa pelayanan manajemen investasi adalah termasuk melakukan analisis keuangan, pemilihan aset, pemilihan saham, implementasi perencanaan serta melakukan pemantauan terhadap investasi.
Diluar industri keuangan, terminologi “manajemen investasi merujuk pada investasi lainnya selain daripada investasi dibidang keuangan seperti misalnya proyek, merek, paten dan banyak lainnya selain daripada saham dan obligasi.
Manajemen investasi merupakan suatu industri global yang sangat besar serta memegang peran penting dalam pengelolaan triliunan dollar, euro, pound dan yen.
Lingkup jasa pelayanan manajemen investasi adalah termasuk melakukan analisis keuangan, pemilihan aset, pemilihan saham, implementasi perencanaan serta melakukan pemantauan terhadap investasi.
Diluar industri keuangan, terminologi “manajemen investasi merujuk pada investasi lainnya selain daripada investasi dibidang keuangan seperti misalnya proyek, merek, paten dan banyak lainnya selain daripada saham dan obligasi.
Manajemen investasi merupakan suatu industri global yang sangat besar serta memegang peran penting dalam pengelolaan triliunan dollar, euro, pound dan yen.
Lingkup jasa pelayanan manajemen investasi adalah termasuk melakukan analisis keuangan, pemilihan aset, pemilihan saham, implementasi perencanaan serta melakukan pemantauan terhadap investasi.
Diluar industri keuangan, terminologi “manajemen investasi merujuk pada investasi lainnya selain daripada investasi dibidang keuangan seperti misalnya proyek, merek, paten dan banyak lainnya selain daripada saham dan obligasi.
Manajemen investasi merupakan suatu industri global yang sangat besar serta memegang peran penting dalam pengelolaan triliunan dollar, euro, pound dan yen.
Manajer Investasi, adalah: Pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan perundang-undangan yang berlakuu. Tugas manajer investasi adalah:
- Mengadakan riset
- Menganalisa kelayakan investasi
- Mengelola dana portofolio
Pilihan aset untuk investasi dapat berupa :
- Real aset merupakan income generating aset seperti tanah, bangunan, pabrik, hak cipta, merek dagang dan sebagainya.
- Financial aset, yaitu selembar kertas yang mempunyai nilai karena memberikan klaim kepada pemiliknya atas penghasilan atau aset yang dimiliki oleh pihak yang menerbitkan aset finansial tersebut. Misalnya: saham, obligasi, opsi, kontrak futures dan sebagainya.
MENENTUKAN PROPORSI INVESTASI (MEMBENTUK PORTOFOLIO)
Proporsi yang dapat dibuat dari tiga sekuritas dalam penelitian ini sangat bervariasi. Proporsi investasi dapat ditentukan dengan menggunakan bilangan acak sehingga diperoleh kombinasi sekuritas (portofolio) yang cukup banyak. Tetapi untuk perhitungan pada penelitian ini hanya menyajikan sembilan pembentukan portofolio. Menggunakan sembilan pembentukan portofolio karena setelah diacak, persentase proporsi investasi yang seimbang antara satu sekuritas dengan sekuritas yang lain menghasilkan sembilan pembentukan portofolio.
ANALISIS PORTOFOLIO MANAJEMEN INVESTASI
Pada umumnya tujuan investor dalam melakukan investasi saham adalah untuk menghasilkan keuntungan maksimal dengan risiko yang minimal.Untuk dapat memaksimalkan keuntungan dan untuk meminimalkan risiko dalam suatu investasi saham, investor dapat melakukan portofolio (diversifikasi) saham.
Dengan melakukan investasi lebih dari satu saham maka dapat mengurangi risiko kerugian. Dengan melakukan analisis portofolio, maka akan membantu investor dalam mengambil keputusan untuk menentukan portofolio efisien yang dapat memberikan keuntungan yang besar dengan risiko tertentu atau memberikan risiko terkecil dengan tingkat keuntungan tertentu. Dalam analisis portofolio ini, perhitungan dilakukan dengan menggunakan model Markowitz.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data harga saham bulanan dari tiga sekuritas yang diteliti.
Tiga perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT Indosat Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Ketiga perusahaan tersebut dipilih karena mempunyai kinerja keuangan yang baik dan mempunyai penjualan yang baik di tahun 2008.
Dari hasil perhitungan tingkat keuntungan yang diharapkan (return ekspektasi) dan tingkat risiko (standar deviasi) pada masing-masing portofolio, maka dapat disusun tabel perbandingan kesembilan portofolio sebagai berikut :
Sumber: Data yang telah diolah, 2009
KERANGKA EVALUASI KINERJA PORTOFOLIO
Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio merupakan tahap terakhir dari proses investasi yang berkesinambungan. Lewat tahap ini dapat diketahui apakah kinerja portofolio telah dapat memenuhi tujuan yang diharapkan. Evaluasi kinerja portofolio yang dilakukan investor mencakup dua hal yaitu (1) evaluasi kemampuan portofolio memperoleh return di atas portofolio yang dijadikan sebagai patok duga (benchmark) dan (2) evaluasi kesesuaian perolehan return dengan risiko yang ditanggung investor.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam evaluasi kinerja portofolio adalah:
- Tingkat risiko Hubungan antara risiko dan return bersifat linier positif artinya semakin tinggi risiko maka semakin besar pula return yang diharapkan. Ukuran evaluasi kinerja portofolio harus didasarkan pada hal ini, artinya pengukuran tidak hanya dilihat dari besarnya return portofolio yang dapat diperoleh tetapi juga harus memperhatikan besarnya risiko yang harus ditanggung untuk memperoleh return sebesar itu.
- Periode waktu. Lamanya periode waktu juga akan memengaruhi tingkat return portofolio. Penilaian kinerja dari dua jenis atau lebih portofolio yang sama harus memperhatikan bahwa portofolio juga memiliki periode waktu yang sama.
- Penggunaan benchmark yang tepat. Untuk dapat menilai kinerja portofolionya, investor perlu membandingkan return portofolio tersebut dengan return dari portofolio lain yang sebanding dan relevan. Portofolio benchmark tersebut juga harus dapat mencerminkan tujuan investasi investor.
- Tujuan investasi. Perbedaan tujuan investasi akan memengaruhi kinerja portofolio. Misalnya: apabila investor memiliki tujuan investasi yang sifatnya jangka pendek maka kinerja portofolio yang dibentuknya relatif lebih besar daripada portofolio yang dibentuk dengan tujuan pertumbuhan jangka panjang.
PENGUKURAN RETURN PORTOFOLIO
Evaluasi kinerja portofolio diawali dengan mengukur return yang dapat diperoleh dari suatu portofolio. Pengukuran return portofolio dibedakan menjadi dua cara:
- Time weighted rate of return (TWR): mengukur return yang ditawarkan oleh portofolio. Besarnya TWR tidak dipengaruhi oleh penambahan atau penarikan dana yang dilakukan oleh investor selama periode perhitungan return portofolio. TWR = (1+R1)(1+R2)(1+R3)…….(1+RN)-1 R dalam persamaan di atas melambangkan return yang diperoleh dalam setiap sub periode perhitungan.
- Dollar weighted rate of return (DWR): mengukur return yang diberikan portofolio. Besarnya DWR dipengaruhi oleh besarnya arus kas masuk dan keluar dalam investasi portofolio akibat penambahan atau penarikan dana yang dilakukan investor selama periode penghitungan return portofolio.
Dimana :
Dt = penambahan dana saat t
Wt = penarikan dana saat t
n = jumlah penambahan dana
m = jumlah penarikan dana
r = tingkat bunga
UKURAN KERJA PORTOFOLIO
Beberapa ukuran kinerja portofolio sudah memasukkan baik faktor return maupun risiko dalam perhitungannya. Adapun ukuran tersebut dibedakan menjadi:
- Indeks Sharpe (reward to variability ratio). Indeks ini dikembangkan oleh William Sharpe. Benchmark yang dipakai berdasar capital market line, yaitu dengan membagi premi risiko portofolio dengan deviasi standarnya. Semakin tinggi nilai indeks Sharpe suatu portofolio dibandingkan portofolio lain berarti kinerjanya juga semakin bagus.
Dirumuskan :
- Indeks Treynor (reward to volatility ratio). Ukuran kinerja ini dikembangkan oleh Jack Treynor. Berbeda dengan indeks Sharpe, maka indeks Treynor menggunakan benchmark security market line. Di sini asumsi yang dipakai adalah portofolio sudah terdiversifikasi dengan baik sehingga risiko yang dianggap relevan adalah risiko sistematis. Portofolio yang memiliki indeks Treynor yang semakin besar berarti kinerjanya juga semakin bagus.
Dirumuskan :











ok
BalasHapus